FOLLOW ME
Seeput

COVID-19 Menguji Rasa Kemanusiaan

Rasa kemanusiaan sedang diuji melalui pandemi COVID-19 ini. Ada yang kehilangan satu-satunya mata pencaharian, ada yang harus mengetatkan anggaran untuk sekedar makan. Beberapa minggu lalu bahkan tersiar berita, tenaga medis meninggal saat menangani pasien positif COVID-19. Berbagai bentuk bantuan sosial disalurkan, berbagai donasi dikumpulkan.

Jika sebelumnya perbedaan selalu jadi perdebatan, sekarang saatnya kita menepikan segala perbedaan untuk saling membantu, bergandeng tangan saling menguatkan. Mereka yang diberi kelapangan secara materi, memang ada banyak wadah donasi yang bisa dimanfaatkan. Tapi rasa kemanusiaan sudah seharusnya dimiliki semua insan tanpa pandang bulu.

Yang belum bisa berdonasi, juga bisa memberi dukungan dalam hal lain, seperti:
1. Tidak mengucilkan orang yang terindikasi positif COVID-19.
Can you imagine betapa shock dan sedihnya kalau orang terdekat kita atau malah kita sendiri dinyatakan positif COVID-19 ? Beberapa dari kita mungkin akan putus asa, bahkan depresi. If you can't make anything better, just don't make it worse! Ini dukungan paling gampang dan simple menurutku. Kalau gak bisa mendukung secara materi, kalau gak sanggup meringankan bebannya, at least jangan memperburuk keadaan. Jangan menambah beban pikirannya dengan mengucilkannya, apalagi ajak-ajak tetangga lain biar sama-sama mengucilkan juga. Ini masalah kita bersama, ratusan negara berjuang menghadapi masalah yang sama. Mengucilkan orang yang terindikasi positif COVID-19 ngga mendatangkan kebaikan apapun.

2. Menyediakan kebutuhan bahan makanan untuk keluarga & tetangga yang harus karantina di rumah.
Daripada mengucilkan, akan sangat baik jika kita membantu menyediakan kebutuhan-kebutuhan pokok untuk mereka yang harus menjalani karantina di rumah.

3. Berkomunikasi dengan keluarga & tetangga yang sedang dalam kesulitan.
Berkomunikasi di sini harus tetap mengikuti aturan physical distancing yang dihimbau pemerintah yaa. Saat ini, berkomunikasi lewat messenger app, video call, atau video conference dinilai lebih aman. Meski sekedar sapaan hangat atau bertanya kabar, akan sangat menghibur orang-orang yang sedang dalam kesulitan karena sapaan sederhana itu menunjukkan kepedulian.

4. Berbagi makanan dengan tetangga yang ekonominya terdampak pandemi ini.
Dilansir dari BBC, masyarakat kelas ekonomi bawah dan kelompok pekerja informal seperti pengemudi ojek online diprediksi akan sangat merasakan dampak ekonomi penyebaran virus corona. Kalau kebetulan di lingkungan sekitar kita ada kelompok tersebut dan kita punya kelebihan makanan, yuk dibagi. Insyaa Allah ladang pahala :)

5. Mendukung bisnis lokal.
Kalau biasanya belanja bulanan, belanja buah, sayur, dan daging-dagingan ke supermarket, sekarang saatnya belanja ke warung tetanggaaaa! Bantu bisnis lokal tetap bertahan 💛

6. Dahulukan yang lebih berhak.
Bisa jadi kita termasuk golongan yang berhak menerima bantuan sosial sesuai aturan pemerintah. Tapi kalau kita masih mampu, dahulukan orang-orang yang lebih berhak mendapat uluran bantuan. It means a lot.

7. Mematuhi aturan pemerintah.
Kita sama-sama tau, tanpa COVID-19 pun fasilitas kesehatan di Indonesia masih banyak kekurangan. Di tengah pandemi ini, kita bisa membantu tim medis dengan tidak menambah beban kerjanya. Caranya ? Patuhi aturan pemerintah, ikuti arahan-arahannya, jangan sampai terjadi lonjakan kasus yang di luar kapasitas tenaga medis kita.

Lebih dari 200 negara sedang berjuang melawan COVID-19. Pada akhirnya, yang bisa kita lakukan untuk bertahan hidup mengatasi pandemi ini adalah bahu membahu, saling membantu tanpa pandang bulu. Saling menguatkan tanpa banyak perdebatan tentang perbedaan ^^
Reaksi:
Puput Maulani Mariam
Seorang Sarjana Sains Terapan dari Teknik Telekomunikasi yang mendedikasikan waktunya sebagai istri Reza dan ibu Khalil, dengan entrepreneur sebagai pekerjaan paruh waktunya :)

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email