FOLLOW ME
Seeput

COVID-19 Yang Tak Ada Di Daftar Rencana

(Dokumen Pribadi)

Masih ingat bulan Desember lalu, dengan excitednya membuat resolusi di tahun 2020. Mengatur skala prioritas sebijak mungkin, membulatkan tekad untuk mewujudkan visi misi keluarga, menguatkan niat untuk meningkatkan kapasitas diri dengan cara-cara yang disukai Allah. Beberapa agenda yang menyenangkan dan patut dinanti juga sudah direncanakan, lengkap dengan rancangan anggarannya. Rasanya, aku & keluarga sudah sangat siap menyambut tahun yang baru. Semua akan sempurna saat Allah mewujudkannya.

Tapi, hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana kan ?

Adalah Wuhan, sebuah kota di China, tempat pertama kali munculnya 'virus misterius' yang sebelumnya tidak pernah diketahui ilmu pengetahuan. Virus yang menyerang sistem pernapasan ini menimbulkan kekhawatiran dan meningkatkan kewaspadaan dunia medis internasional. Tak lama, WHO mengumumkan bahwa virus misterius ini adalah Coronavirus, yang dalam istilah kedokteran disebut 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV), dan merupakan satu keluarga dengan virus yang menyebabkan SARS dan MERS. Coronavirus jenis baru yang ditemukan ini menyebabkan penyakit COVID-19.

Dilansir dari WHO, gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, rasa lelah, dan batuk kering. Beberapa pasien mengalami rasa nyeri, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare, dan beberapa orang lainnya yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala apa pun dan tetap merasa sehat. Sebagian besar (sekitar 80%) orang yang terinfeksi berhasil pulih tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari 6 orang yang terjangkit COVID-19 menderita sakit parah dan kesulitan bernapas. Pada lansia dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyakit paru-paru, kanker atau diabetes) terindikasi mengalami sakit yang lebih parah.

COVID-19 menyebar antar manusia melalui percikan cairan dari hidung atau mulut yang keluar saat orang yang terjangkit COVID-19 batuk atau mengeluarkan napas yang jatuh ke benda-benda di sekitar. Jika orang yang menyentuh benda itu menyentuh mata, hidung atau mulutnya, maka orang tersebut dapat terjangkit COVID-19. Oleh karena itu, sebaiknya kita tidak menyentuh hidung, mata, atau mulut saat belum cuci tangan. Kita juga dianjurkan untuk sering cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, atau menggunakan cairan antiseptik berbahan alkohol.

Penularan COVID-19 juga dapat terjadi saat seseorang menghirup percikan yang keluar dari batuk atau napas orang yang terjangkit COVID-19. That's why, penting bagi kita untuk menjaga jarak lebih dari 1 meter dari orang yang sakit. Dan hindari bepergian ke luar rumah saat merasa gak sehat. Kalau sudah merasa demam, batuk, sulit bernapas, segeralah cari pertolongan medis dan ikuti arahan-arahannya.

Kondisi ini datang tanpa aba-aba, dan tak pernah ada di daftar rencana. Memang mengkhawatirkan karena virus ini terus mencari mangsa, sementara vaksin belum juga ada. Tapi kita bisa menyalurkan kekhawatiran kita dengan melindungi diri dan orang-orang yang dikasihi, dengan mematuhi himbauan pemerintah dan memastikan berbagi informasi yang sudah terverifikasi.

Later or sooner, insyaa Allah, ada hikmah & pelajaran berharga yang tak terganti ^^
Reaksi:
Puput Maulani Mariam
Seorang Sarjana Sains Terapan dari Teknik Telekomunikasi yang mendedikasikan waktunya sebagai istri Reza dan ibu Khalil, dengan entrepreneur sebagai pekerjaan paruh waktunya :)

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email