FOLLOW ME
Seeput

Saat Wabah Yang Merenggut Kehidupan Sudah Tiada

Sudah berbulan-bulan, COVID-19 menjadi tajuk yang yang disoroti masyarakat. Tapi tak ada yang bisa menerangkan dengan pasti, kapan virus ini pergi. Berbagai upaya pencegahan penularan COVID-19 ini banyak mengubah kebiasaan dan gaya hidup masyarakat. Sehingga muncullah berbagai spekulasi dan beberapa prediksi, tentang apa yang terjadi saat pandemi ini sudah berhenti.
1. Masyarakat diprediksi akan mengurangi kontak fisik.
Selama pandemi, kita dihimbau untuk mengurangi kontak fisik dalam segala aspek. Dalam bersosialisasi, termasuk juga dalam bertransaksi saat belanja sehari-hari. Dengan kebiasaan yang berubah ini, spekulasi yang muncul adalah masyarakat akan melakukan banyak interaksi yang minim sentuhan. Teknologi kemungkinan akan berevolusi dan berfokus pada sensor suara atau sensor wajah. Metode pembayaraan yang meminimalisir kontak fisik juga diprediksi akan mendapatkan daya tarik yang lebih besar pasca pandemi.

2. Telemedicine.
Saat masa pandemi, kita bisa 'menemui' dan berkonsultasi dengan dokter secara virtual melalui aplikasi berbasis online, untuk mengurangi lalu lintas di rumah sakit dan klinik-klinik kesehatan. Beberapa orang mungkin akan berpikir, daripada bergegas dan mengantri ke dokter atau rumah sakit, lebih efisien melakukan perawatan jarak jauh.

3. Meningkatnya ketergantungan pada robot.
Social distancing yang digaungkan di berbagai bidang, membuat banyak industri terpuruk. Pasca pandemi, industri mungkin berpikir untuk memaksimalkan kinerja robot dalam mendukung kegiatan industri, karena robot tidak rentan terkena virus.

4. Meningkatnya belanja online.
Preferensi sebagian masyarakat mungkin berubah setelah menemukan kenyamanan dalam berbelanja online selama masa pandemi ini.

Prediksi-prediksi di atas bukan tanpa alasan. Meski awalnya perubahan-perubahan ini menimbulkan kebingungan dan ketidaknyamanan, pada akhirnya membuat kita terbiasa. Dengan berbagai pertimbangan efektifitas & efisiensi, bukan tidak mungkin kita akan melanjutkan 'hal-hal baru' ini pasca pandemi nanti.

Aku pribadi berharap semua orang akan tetap menjalani hidup sehat, hidup bersih, dan mempertahankan semuaaaa kebiasaan-kebiasaan baik meski nanti pandemi sudah berakhir.

Anyway, memikirkan tentang akhir pandemi yang jadi harapan semua orang, otak kananku bereaksi menulis sebuah puisi. Singkat memang, but please enjoy ^^

"
Dunia masih kelabu,
miliaran jiwa masih menanti hari yang baru.
Meski penawar masih belum dimiliki,
degup harapan tak semudah itu mati.

Hari itu pasti tiba,
harinya kaki melangkah bebas kemana saja.
Harinya hati merasa lega,
harinya napas kembali leluasa.
Hari itu pasti akan tiba,
harinya bertemu kawan & saudara,
harinya memeluk orangtua yang dirindu sejak lama.

Meski waktunya masih misteri,
doa penghujung malam tak pernah berhenti.

Maka saat hari itu tiba,
saat wabah yang merenggut kehidupan sudah tiada.
Aku akan bangun pagi dengan rasa lega,
memandangi keluarga yang selalu setia.
Memulai hari dengan syukur tak terkira,
kembali menata hidup dengan semangat membara,
mendaki mimpi yang lama tertunda.
"
Puput Maulani Mariam
Seorang Sarjana Sains Terapan dari Teknik Telekomunikasi yang mendedikasikan waktunya sebagai istri Reza dan ibu Khalil, dengan entrepreneur sebagai pekerjaan paruh waktunya :)

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email