FOLLOW ME
Seeput

Jangan Remehkan Amalan Sekecil Apapun

Dari Ustadz Hanan Attaki,

Nabi Muhammad pernah menyampaikan nasihat yang sangat istimewa. Kata Nabi, "Janganlah kamu meremehkan kebaikan sekecil apapun, walaupun sekedar bertemu saudaramu dengan wajah yang berseri-seri" (HR Muslim no 6637).
Dalam hadits yang lain, Nabi mengatakan, "Jagalah diri kalian dari api neraka walau hanya dengan sebutir kurma" (HR Bukhari no 6058).
Allah pun berfirman, "Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarrah pun, maka ia akan melihat balasannya di sisi Allah" (QS Al-Zalzalah ayat 7).

Nabi Muhammad melarang kita untuk meremehkan amalan kebaikan, apapun itu, baik yang kita lakukan ataupun yang dilakukan orang lain. Kadang kita suka meremehkan kalau di media sosial kita lihat foto orang lagi mungutin sampah, misalnya. "Apaan sih gitu aja pamer ? Itu mah biasa aja, gak ada yang bisa dibanggain". Padahal, bisa jadi yang kita anggap ringan di mata kita, ternyata sesuatu yang berat di mata Allah. Yang kita anggap sepele, ternyata sesuatu yang besar di mata Allah.

Jangan remehkan kebaikan. Sehingga saat kita ngga meremehkan kebaikan, kita jadi mudah beramal salih. Apapun kebaikan yang terbesit di benak kita, yang bisa kita lakukan saat ini, lakukanlah.

Kadang-kadang kita merasa enggan bersedekah karena hanya punya uang receh. Karena idealisme dan perfeksionismenya kita menganggap kalau sedekah itu minimal 50.000, 100.000, kalau cuma 10.000.. ya udahlah gak ada nilainya. Jangan remehkan! Menurut kita itu 10.000, tapi di mata Allah itu dikali 700 kali lipat. Tapi bukan berarti kita hanya menyisakan yang kecil-kecil aja untuk beramal. Maksud dari hadits-hadits di atas adalah jangan sampai kita ngga beramal karena pengen amal yang besar-besarnya aja, padahal banyak amalan yang ringan & mudah tapi pahalanya besar di sisi Allah.

Nabi Muhammad pernah bersabda, "Ada 2 kalimat yang ringan diucapkan dengan lisan tapi berat dalam timbangan amal kebaikan dan Allah sangat menyukainya, yaitu Subhanallah wabihamdih, subhanallah il'adzim".
Dan jangan kita remehkan kalimat itu, sehingga kita memilih mengucapkan kalimat yang sia-sia, menyanyikan lagu-lagu yang gak berpahala, ketimbang mengucapkan kalimat yang mudah tapi berpahala besar.

Kadang kita meremehkan Al-Quran. Ketika kita mau membaca Al-Quran, kita jadi berpikir: "Aduh, gak ada waktu untuk 1 juz. Ya udah gak usah tilawah dulu deh". Kita kadang-kadang terlalu perfeksionis. Baru mau tilawah kalau ada waktu 1 jam untuk 1 juz. Padahal ngga kaya gitu. Selama kita punya waktu 10 menit, 5 menit, baca aja. Mungkin selesai 2 atau 3 ayat. Itu lebih baik daripada ngga sama sekali. Dan 1 ayat itu terdiri dari banyak huruf. Sedangkan kata Nabi, 1 huruf aja akan dibalas dengan 10 kebaikan.

Dengan beberapa menit duduk, kita bisa dapat ratusan kebaikan. Kenapa kita sia-siakan ? Jangan remehkan kebaikan. Gak ada yang sia-sia dari kebaikan. Siapa yang mengerjakan kebaikan walaupun sebesar biji dzarrah, maka ia akan melihat balasannya di sisi Allah ^^
Puput Maulani Mariam
Seorang Sarjana Sains Terapan dari Teknik Telekomunikasi yang mendedikasikan waktunya sebagai istri Reza dan ibu Khalil, dengan entrepreneur sebagai pekerjaan paruh waktunya :)

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email