FOLLOW ME
Seeput

Ku Gantungkan Harapan Akan Ramadan Tahun Depan

Insyaa Allah hari ini kita menjalani shaum hari ke 17 di bulan Ramadan tahun ini. Ada yang sahurnya alhamdulillah lengkap ditemani seluruh keluarga, ada yang sahur sendiri di perantauan, tak pasti kapan bisa pulang ke pelukan kampung halaman. Ada yang sahurnya alhamdulillah ditemani anggota keluarga baru, ada yang sahurnya terasa kurang karena salah satunya lebih dulu menghadap Illahi. Ada yang hari-harinya dipenuhi tilawah dan amalan sunnah, ada juga yang sepanjang harinya rebahan mengikuti nafsu yang melalaikan. Ada yang hari-harinya aktif berkegiatan di sana sini, ada yang terpaksa berbaring karena sakit. Ada yang berbuka dengan limpahan makanan yang terhidang, ada yang berbuka dengan kesederhanaan karena tak sanggup menghadirkan berbagai santapan.

Sejak ribuan tahun lalu, dunia memang tak pernah seragam. Seperti siang dan malam, ada yang memberi dan diberi, ada employer dan employee, ada yang sejahtera dan sederhana, ada yang sehat dan sakit, ada yang syukur dan kufur. Katanya, itulah yang menyeimbangkan kehidupan. Tapi tahun ini, agaknya dunia lebih condong pada kepahitan, kesedihan, kesakitan, tak lagi berimbang.

Maka aku menggantungkan harapan, semoga tahun depan, Ramadan kembali datang dalam keadaan dunia yang sudah kembali balance. Semoga tahun depan, Ramadan kembali dengan ketentraman, kehangatan, kebahagiaan. Semoga tahun depan, Ramadan kembali jadi momentum menghidupkan mesjid, momentum menjalin silaturrahim. Semoga Ramadan tahun depan, semua yang tak baik di tahun ini hanya akan menjadi kenangan, dan semua yang sudah baik di tahun ini akan tetap bertahan ^^
Reaksi:
Puput Maulani Mariam
Seorang Sarjana Sains Terapan dari Teknik Telekomunikasi yang mendedikasikan waktunya sebagai istri Reza dan ibu Khalil, dengan entrepreneur sebagai pekerjaan paruh waktunya :)

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email