FOLLOW ME
Seeput

Ramadan Daily Routine

1 comment
Siapa yang sering bingung mau ngapain aja di rumah selama Ramadan ?? Karena di tengah pandemi sekarang, gak ada sahur on the road, acara buka puasa bersama, jadilah kita 24 jam sehari, dari minggu sampai ketemu minggu lagi, stay di rumah 😁
To be honest, dengan lebih banyak waktu di rumah, aku justru merasa Ramadan tahun ini lebih produktif daripada tahun-tahun sebelumnya. Tentunya suami juga banyak membantu. Karena suami di rumah mulu, banyak tugas rumah yang bisa dikerjakan berdua, ada yang gantian main sama si toddler, dan aku jadi punya lebih banyak sisa energi untuk 'me time'.

Sampai sebulan lalu, me time ini hanya diisi dengan nonton drama korea. Tiap hari selalu ada aja drama on going yang bisa aku tonton. Literally, saat itu aku memang ngikutin setiap episode semua drama korea yang lagi tayang. Belum cukup drama korea, aku pun ngikutin banyaaak variety & talk shownya. Menyenangkan memang, tapi terasa ada yang kurang tepat.


Waktu ibarat pedang. Jika engkau tidak menebasnya, maka ia yang akan menebasmu. Dan jiwamu, jika tidak kau sibukkan dalam kebenaran, maka ia akan menyibukkanmu dalam kebatilan.
- Imam Syafii -


Oleh karena itu, aku menjadikan Ramadan ini sebagai momentum untuk menggunakan me time ku dengan melakukan hal yang lebih bermanfaat, yang insyaa allah, bernilai kebaikan. Me time ku sebenarnya pas si toddler bobo aja sih. Di luar jam bobonya, rutinitas aku sama kaya buibuu yang lain. Beberes rumah, ngurus anak, nemenin main, beberes lagi, nyiapin makanan, beberes lagi 😅 Nah, pas toddler udah bobo, ini yang aku kerjakan:

1. Nulis di blog
Mengumpulkan ide untuk jadi sebuah tulisan, memang menantang yaa. Gak jarang, susah bangeet nemu inspirasinya. Jadi, aku membiasakan diri nulis apapun selama 30 menit, setiap hari. Tulis aja, jangan terlalu banyak mikir dulu. Awalnya agak sulit, tapi setelah beberapa hari terbiasa, aku bisa tahan nulis 1-2 jam. Kadang, aku bisa buat 3 tulisan dalam 1 hari wkwk. Setelah selesai menulis apapun yang ada di pikiran kita selama 30 menit tadi, baru lakukan pengeditan. Ganti pilihan kata yang kurang tepat, perbaiki kesalahan penulisan, perjelas manfaat atau moral value yang ingin disampaikan lewat tulisan itu. Alokasi waktu untuk menulis ini adalah saat toddler bobo siang, biasanya bobo siangnya 2 jam juga hehe.

2. Recording podcast
Aku masih sangat newbie dalam dunia ini, tapi aku menikmatinya. Di sekitarku, masih banyak orang yang kebalik-balik siapa itu suaminya Fatimah, siapa ayahnya Aisyah, siapa pamannya Rasulullah yang baik hati, siapa yang menaklukkan Kostantinopel, dll. Kebanyakan orang, kesulitan untuk membaca buku tentang tokoh-tokoh luar biasa itu karena kesibukan duniawinya. Padahal, ada banyak pelajaran luar biasa dari kisah hidup setiap tokoh. Karena itu, aku ingin menyebarluaskan kisah-kisah luar biasa itu dalam bentuk audio, supaya mereka yang selama ini kesulitan mencari waktu untuk membaca buku pun, bisa turut mendengarkan. Karena audio ini bisa didengarkan sambil kita berkegiatan yang lain. Harapanku tentunya, lebih banyak orang yang akan sadar bahwa Muslim pun punya banyak pahlawan, punya banyak tokoh luar biasa yang mengukir sejarah, yang seharusnya diidolakan lebih dari pahlawan-pahlawan khayalan hasil imajinasi manusia. Alokasi waktu untuk recording ini adalah malam hari setelah si toddler bobo, saat kondisi di lingkungan rumah pun udah sepi. Aku ngga recording setiap hari, karena aku mesti nyiapin scriptnya dulu.

3. Membaca buku
Karena mulai sering menulis, aku jadi merasa perlu memperbanyak kosakata aku, supaya diksi dalam tulisan aku lebih beragam, dan lebih enak dibacanya. Mau gak mau, aku jadi banyak baca buku lagi. Baca tulisan orang lain yang sudah lebih ahli, itu bener-bener refreshing & inspiring. Genre buku yang aku baca biasanya novel (karena bahasanya sastra banget) dan kisah-kisah tokoh Muslim/Muslimah (selain banyak bahasa sastranya, juga menambah wawasan). Alokasi waktunya tentatif sih. Kalau aku udah selesai nulis, ngga lagi mau recording, baru aku baca buku. Nah, selesai baca buku ini, aku tulis ulang dengan bahasa sendiri, untuk jadi script di podcast.

4. Tadarus Al-Quran
Mungkin sudah menjadi kebiasaan untuk beberapa orang, termasuk aku, Ramadan itu mesti khatam Al-Quran hehe. Yang berbeda di tahun ini, tadarusnya di rumah aja bareng suami. Aku type orang yang semangatnya terpacu saat ada target. Jadi, dalam tadarus Al-Quran ini juga aku membuat target untuk menyelesaikan minimal 1 juz per hari. Alokasi waktu untuk tadarus ini biasanya setelah sahur, sambil menunggu adzan subuh. Biasanya perlu waktu sekitar 1 jam untuk menyelesaikan 1 juz. Di tulisan sebelumnya, aku pernah menyebut aku lagi belajar irama Jiharkah. Jadi, tadarus ini sekalian melatih iramanya 😁

5. Melakukan amalan-amalan sunnah
Ramadan identik dengan shalat tarawih, tapi ada banyak juga ibadah-ibadah yang jangan sampai di lupa, seperti shalat duha, shalat rawatib, dzikir pagi-petang dan qiyamul lail. Allah lagi kasih kita banyak banget waktu. Jadi menurutku ini saat yang tepat untuk membiasakan melakukan amalan-amalan sunnah itu.

Setelah nulis ini, aku sendiri takjub, bahwa dengan memangkas nonton drama korea, ada banyak hal berguna (menurutku) yang bisa dilakukan hehehe. Memang seringkali yang melalaikan terasa menyenangkan, hingga tanpa disadari, yang tersisa tinggallah penyesalan. Dan memang ada banyak cara killing time di bulan puasa di tengah pandemi saat kita harus di rumah aja. Tapi seperti kita yang selalu meminta yang terbaik untuk hidup, bukankah kita juga perlu memilih kegiatan yang terbaik untuk mengisi saat-saat hidup ? 😊

Meski judulnya Ramadan Daily Routine, aku berharap rutinitas ini bisa bertahan sangaaaat lama, ngga seperti Ramadan yang datangnya setaun sekali. Semoga daftar kegiatan di atas juga bisa memberikan ide untuk yang masih bingung mau ngapain aja di rumah selama Ramadan ^^





PS: In case ada yang penasaran aja, toddler ku biasa bobo jam setengah 9 malam. Kalau lagi fit, aku bisa bobo jam 11 malam buat recording, baca buku, atau bikin script. Ini kalau-kalau ada yang penasaran aja yaa xoxo

Puput Maulani Mariam
Seorang Sarjana Sains Terapan dari Teknik Telekomunikasi yang mendedikasikan waktunya sebagai istri Reza dan ibu Khalil, dengan entrepreneur sebagai pekerjaan paruh waktunya :)

Related Posts

1 comment

  1. Masyaallah produktif sekali me timenya Mbak. Aku juga kadang merasa bersalah setelah menonton drakor. Apalagi aku tipe yang nggak sabaran pengen menyelesaikan suatu drama. Jadi bisa marathon gitu. Untungnya masih bisa kubatasi, dari awal tahun kemarin, aku baru nonton 2 drakor. Hehe.

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email