FOLLOW ME
Seeput

DIY Busy Book

(Dokumen Pribadi)

Sejak pandemi, anakku (3 tahun 11 bulan) lebih sering berkegiatan di rumah. Meski udah gak diberlakukan PSBB, aku dan suami memilih untuk tetap waspada dan gak lengah terhadap situasi saat ini. Karena suamiku wiraswasta, alhamdulillah waktu untuk keluarga juga lebih fleksibel hehehe. Jadilah (hampir) tiap hari, kami cari ide untuk aktivitas balita kami di rumah. Beberapa waktu lalu, aku sempat lihat seorang ibu yang mengunggah hasil DIY busy book untuk anaknya. Dalam hati aku bicara, "Wah ini sih emang ibu nya kreatif dan pasti tangannya emang jago bebikinan". Apalah aku yang saat ibu lain udah bisa DIY busy book untuk anaknya, aku baru bisa buat mahkota dari kertas origami xoxo.

Qodarullah, sekitar 10 hari lalu, ada workshop online gratis yang difasilitasi oleh salah satu komunitas belajar online dan mengusung tema 'DIY Busy Book'. Tanpa banyak pikir, aku lansung join workshopnya dan super excited nunggu kelasnya!

Sesuai ekspektasi, kelasnya seru banget, materi yang disampaikan juga jelas dan berhasil memberikan gambaran buat aku yang sama sekali gak pernah bebikinan untuk mulai ngeh, "Ooh, jadi begini caranya bikin busy book". Hahaha.

Literally, busy book berarti buku sibuk. Jadi busy book ini bertujuan untuk menyibukkan anak dengan aktivitas-aktivitas yang ada di dalam buku tersebut. Lebih khusus, aktivitas-aktivitasnya ada yang berfungsi untuk melatih motorik halus, sensorik, atau kemampuan kognitif anak. Kalau aku bilang sih, seperti mainan edukasi yang dibukukan. Biasanya busy book dibuat dari kain flanel, dan kalau di olshop-olshop harganya 150-200ribuan untuk ukuran 15x15cm (biasanya). Nah, dari pengalamanku, busy book ini lebih ekonomis bikin sendiri dan ukuran bukunya bisa lebih besar dari yang biasanya dijual. Jadi lebih puas gitu mainnya wkwk.

Jadi, gimana caranya membuat busy book sendiri ?
Here we go!

First of all, rencanakan aktivitas apa aja yang akan ada di busy book itu. Setelah itu, dirinci alat & bahan yang diperlukannya.

Busy book yang aku buat berisi aktivitas untuk anak 3-5 tahun, dan aku lebih fokus pada kegiatan yang melatih motorik halus sesuai kebutuhan anakku. Berikut daftar aktivitasnya:
1. Mencocokkan bentuk 2 dimensi dengan bayangannya (menggunakan velcro, melatih koordinasi mata & tangan)
2. Berhitung dengan jari tangan (melatih kemampuan kognitif)
3. Memancing ikan & memberi makan ikan paus (menggunakan magnet dan resleting, melatih motorik halus)
4. Memasang kancing baju (melatih motorik halus)
5. Mengikat tali sepatu (melatih motorik halus)
6. Mencari jalan (melatih motorik halus)
7. engenal waktu dari jam
8. Menganyam (melatih motorik halus)

Alat & bahan yang diperlukan:
1. Kain flanel ukuran 23 x 25cm, 1 paket isinya 22 lembar, Rp 29500
2. Jarum & benang jahit biasa, ngga beli karena udah ada di rumah hehe
3. Kancing 1 lusin, Rp 2000
4. Velcro putih 1 meter, Rp 2500
5. Magnet 4 pcs, Rp 1600
6. Tali suede 1 meter, Rp 3000
7. Glue gun (lem tembak) kecil, Rp 35000
8. Isi lem tembak 10 pcs, Rp 6500
9. Dakron 100gr, Rp 6000
10. Gunting, ngga beli karena udah ada di rumah juga hihi
11. Pensil & kertas untuk menggambar pola
Estimasi biaya beli bahan: Rp 100.000

Langkah membuat:
1. Gambar pola bentuk di kertas. Misal dalam kasusku, aku perlu pola shapes 2 dimensi, pola bentuk jari tangan, ikan paus, baju, sepatu, jam, dll. Kalau mau lebih simple, gambar-gambar ini bisa cari di internet aja terus di print dan digunting ya.
2. Jiplak pola dari kertas tersebut di kain flanel, dan gunting kain flanel mengikuti pola tersebut. Kira-kira begini jadinya:

(Dokumen Pribadi)

3. Susun pola yang sudah digunting itu di lembaran flanel yang akan menjadi halaman buku. Karena flanelku ukuran 23x25cm, jadi ukuran bukunya juga sekitar segitu. Ini bisa ditempel pakai lem tembak atau dijahit.

4. Untuk elemen-elemen yang dilepas-pasang, aku sarankan pakai 2 lembar kain flanel dan pinggirannya dijahit dengan metode tusuk peston. Tutorialnya bisa dicek disini. Hasilnya nanti jadi seperti ini:

(Dokumen Pribadi)

5. Beberapa elemen yang ingin ditonjolkan bentuk 3 dimensinya, bisa diisi pakai dakron, jadi agak menggembung gitu. Dalam kasusku, salah satu elemen yang diisi dakron adalah ikan-ikan kecil yang dipancing untuk memberi makan ikan paus 😁

6. Saatnya mengaplikasikan velcro, resleting, magnet, kancing sebagai inti aktivitasnya. Velcro bisa dipasang menggunakan lem. Resleting bisa pakai lem juga atau dijahit. Magnet dan kancingnya bisa dijahit.

7. Setelah semua halaman selesai dibuat aktivitas-aktivitasnya, saatnya disatukan menjadi buku! Untuk menggabungkannya, bisa pakai ring binder seperti ini atau digabungkan dengan kain flanel seperti ini. Supaya lebih rapi, pinggiran halaman dijahit juga yaa.

Hasil akhir dari busy book yang aku buat bisa dilihat disini. Meski hasilnya masih banyak kurang disana sini, aku bahagia bisa buatin busy book untuk anakku, terlebih anakku juga senang maininnya hihi.

Ini bener-bener pertama kalinya aku bebikinan beginiii, karena dari dulu aku selalu merasa tanganku itu gak pinter buat seni-senian wkwk. Tapi emang bener ya, we'll never know till we try!

Kalau ada yang mau ditanyakan, boleh komen di postingan ini atau DM instagramku yaa. Semoga bermanfaat ^^
Puput Maulani Mariam
Seorang Sarjana Sains Terapan dari Teknik Telekomunikasi yang mendedikasikan waktunya sebagai istri Reza dan ibu Khalil, dengan entrepreneur sebagai pekerjaan paruh waktunya :)

Related Posts

8 comments

  1. Terima kasih sharingnya mbaa..boleh dicoba niih sekalian activity sama toodler🤣

    ReplyDelete
  2. Masya Allah mba', jadi gatal tangan aku pingin coba.. Makasi sharingnya mbak 😊

    ReplyDelete
  3. Seru bangeet bikin art activity bareng toodler...

    ReplyDelete
  4. Keren bgt lhoh mbak..., maasyaa Allah.... Inspiratif

    ReplyDelete
  5. Keren, kreatif bgt nih mva, aku jga suka bikin DIY utk funlearning ma anakku

    ReplyDelete
  6. Udh lama banget pengen bikin busy book tapi tangan ga gerak2 hahaha

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email