FOLLOW ME
Seeput

Branding di Media Sosial dan Membuat Konten Dari Kamera HP

Branding di Media Sosial


Dari banyak manfaat media sosial, seorang blogger bisa melakukan branding di media sosial untuk mempromosikan blognya.

Media sosial yang paling populer saat ini di antaranya adalah Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, LinkedIn, Snapchat dan TikTok. Meski begitu, prioritaskanlah media sosial yang akan digunakan untuk branding. Ke media sosial yang mana kecenderungan kita? Lalu bagaimana cara branding di media sosial?

Cara-cara ini juga aku dapatkan dari Webinar Marathon Coaching Growthing, lanjutan dari tulisan meningkatkan pageview/traffic blog.

Aku bahas satu per satu yaaa :)

Branding di Media Sosial

Blogger dan media sosial itu 2 hal yang sulit dipisahkan. Selain untuk menjalin silaturahmi, memperbanyak koneksi, dan ajang eksistensi diri, bagi seorang blogger, media sosial juga bisa dimanfaatkan untuk branding dan wadah mempromosikan blognya. Agar hasilnya optimal, hal-hal ini harus diperhatikan dalam mengoptimasi branding di media sosial.

Tentukan Audience

Penting untuk mengenali siapa target kita di media sosial. Tentukan berdasarkan usia, pendidikan, kebiasaan, gaya hidup, hingga hal yang disukai.

Mau Dikenal sebagai Siapa?

Ketika menggunakan media sosial, kamu mau dikenal sebagai siapa? Apakah kamu mau dikenal sebagai blogger yang mellow, blogger yang religius, blogger yang romantis, atau blogger yang puitis? Hehehe..

Apa Bedanya dengan Akun Lain?

Berikan sesuatu yang khas, baik itu di caption atau di foto, gaya bahasa atau sudut pandang.

Tentukan Arah Akunnya

Tentukan sapaan untuk followers, bahasan dan penggunaan kosa kata. Tentukan juga arah tujuan akun media sosial kita, apakah untuk hiburan, sumber informasi dan inpirasi, untuk mengedukasi, atau tujuan lainnya.

Konsisten

Konsisten adalah koentji :D Rajin-rajinlah posting, menyapa pengikut di media sosial, dan sering berinteraksi. Usahakan jangan hanya follow orang-orang yang satu profesi agar jaringan pertemanan kita semakin luas.


"Brand kita adalah apa yang orang katakan ketika kita tidak ada di dalam ruangan"

- Founder & CEO Amazon -


Setiap platform media sosial memiliki kontennya masing-masing, misalnya Twitter dengan caption, Instagram dengan foto, Facebook dengan caption, TikTok dan YouTube dengan video, dan sebagainya.

Aku pribadi cenderung lebih nyaman untuk branding di Instagram. Kebetulan konten di Instagram ini berbentuk foto dan caption. Foto yang bagus bisa menarik lebih banyak orang untuk mengunjungi akun Instagram kita.

Ada banyak sumber foto yang tersedia secara gratis, di antaranya:

1. Dari situs penyedia gambar seperti Pixabay, Pexels, Unsplash, Flickr, FreeImages, dan sebagainya.

2. Foto original hasil jepretan sendiri

Memang bisa ya membuat konten dari hasil foto sendiri? Bisa dooong, asalnya hasil fotonya memang layak posting :D Selain itu, ada banyak manfaat juga dengan memakai foto original milik pribadi yaitu:

1. Tidak khawatir tentang copyright

2. Lebih dipercaya saat mengulas benda atau tempat

3. Gambarnya tidak pasaran

4. Bisa untuk branding

5. Bisa dapat backlink gratis

Wah, kalau sudah tahu banyak manfaatnya seperti ini, yuk bisa belajar membuat konten memakai foto original milik pribadi!

Membuat Konten dari Kamera HP

Kenapa menggunakan HP (smartphone)?

1. Dimiliki hampir semua orang

2. Mudah dibawa-bawa dan digunakan

3. Tidak perlu repot transfer file

4. Bisa diedit langsung di smartphonenya

5. Cukup bagus untuk digunakan di blog dan media sosial


Nah, berikut ini adalah hal-hal yang harus disiapkan dan perlu diperhatikan saat memotret objek untuk menghasilkan foto yang layak posting di media sosial.

1. Ponsel Berkamera

Hal pertama yang harus disiapkan adalah ponsel berkamera dengan resolusi minimal 12 Megapixel. Spesifikasi ini sudah cukup mumpuni untuk mengambil gambar dari objek. Jangan lupa atur kualitas gambarnya di high quality.

2. Pencahayaan

Secara sederhana, pencahayaan dibagi menjadi 2 yaitu pencahayaan alami dan buatan. Pencahayaan alami tentunya berasal dari sinar matahari baik langsung maupun tidak langsung. Pengambilan gambar bisa dilakukan di luar ruangan, dekat jendela, atau dekat pintu yang sedikit terbuka.

Sedangkan pencahayaan buatan menggunakan cahaya lampu, minimal 2 lampu belajar berwarna putih. Harus diperhatikan juga arah cahaya, apakah dari depan, samping atau belakang.

3. Tema dan Komposisi

Tentukan tema sebelum mulai memotret, misalnya tema tradisional, tema modern, makanan, fashion, kesehatan, berkaitan dengan anak, dan lain-lain.

Misalnya saat memotret foto sepatu perempuan, bisa ditambahkan item-item girly lainnya seperti cushion, makeup brush, lip cream atau majalah fashion.

Tentukan juga komposisi yang digunakan dalam memotret gambar. Ada beberapa komposisi yang bisa digunakan:

- Simplikasi: memotret objek tanpa tambahan properti.

- The rule of third: memotret objek yang komposisinya ditempatkan di kira-kira 1/3 garis bantu (grid) atau persilangan garis horizontal-vertikal.

- Dead center: objek diletakkan di tengah bidang gambar.

4. Backdrop/ Background

Pilihlah backdrop ataupun alas sesuai kebutuhan. Baik itu pemandangan alam, tembok, menggunakan kertas alas khusus yang beraneka pilihan warna, atau yang bermotif seperti serat kayu, dan lain-lain.

Yang lebih ekonomis, bisa pakai bagian belakang kalender atau karton putih sebagai backdrop fotonya :D

5. Nuansa dan properti

Untuk mengabadikan suatu objek terutama benda mandi sebaiknya jangan terlalu banyak memasukkan warna, apalagi yang dipotret adalah makanan. Utamakan warna yang senada dengan objek dan tidak lebih terang dari tidak objeknya supaya tidak gagal fokus. Begitupun dengan properti, jangan sampai mengalahkan objeknya. Objek utama harus menonjol dibandingkan propertinya.

6. Angle

Angle yang sering digunakan dalam pengambilan foto di antaranya:

- Eye view/ Normal: pengambilan gambar sejajar dengan objeknya

- Low angle: posisi kamera lebih rendah dari objek sehingga biasanya menampakkan kesan mewah

- High angle: posisi kamera lebih tinggi dari objek

- Bird's eye view/ flatlay: objek berada di bawah dan posisinya rebahan dengan pengambilan gambar dari atas dalam posisi lurus


Berbagai Angle Pengambilan Foto


Selain bermanfaat untuk mengoptimalkan branding di media sosial, adanya foto dalam artikel blog juga sangat bermanfaat, yaitu sebagai berikut:

1. Melengkapi gambaran visual dari isi artikel yang sedang dibahas

2. Menarik perhatian pengunjung

3. Sebagai pembatas antara beberapa paragraf agar tidak lelah saat membaca artikel yang panjang

4. Kemungkinan artikel dibagikan oleh pengunjung ke media sosial lebih besar


Do's:

- Lap terlebih dulu lensa kamera smartphone supaya tidak buram

- Pakai bantuan tripod

- Ambil foto lebih dari sekali walaupun akhirnya yang terpakai hanya 1 foto

- Gunakan garis bantu/ grid

- Gunakan mode pro pada pengaturan kamera smartphone

- Pakai reflector (pemantul cahaya)

- Pakai diffuser

- Foto bersama produk

- Lakukan editing secukupnya, bisa pakai aplikasi Snapseed, Lightroom, Canva, PicsArt

- Cari referensi foto atau ide dari Instagram, Pinterest, Pixabay, dan lain-lain


Dont's:

- Hindari cropping terlalu banyak

- Hindari penggunaan flash

- Jangan dizoom

- Hindari mode bokeh/ potret di smartphone yang kurang mumpuni

- Hindari memakai kamera depan yang kurang mumpuni

- Jangan sampai mengubah warna asli dari produk


Gimana gimana?? Sudah lebih percaya diri untuk branding di media sosial dengan konten original hasil foto pribadi? Selamat mempraktikkan cara dan tips-tips di atas yaa! See you on the next tips-blogging post ^^

Reaksi:
Puput Maulani Mariam
Seorang Sarjana Sains Terapan dari Teknik Telekomunikasi yang mendedikasikan waktunya sebagai istri Reza dan ibu Khalil, dengan entrepreneur sebagai pekerjaan paruh waktunya :)

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email