FOLLOW ME
Seeput

Bicara Bahasa Cinta, Cara Tepat Mencintai Pasangan dalam Sebuah Pernikahan

Bahasa Cinta

Tak pernah disangka aku akan kembali menulis topik marriage, hahaha.. Apalagi kali ini aku akan bicara soal bahasa cinta, atau love language dalam istilah kerennya :D

Beberapa waktu lalu, aku sempat mengikuti webinar yang membahas tentang bahasa cinta ini, lalu berlanjut ke acara sharingnya Pak Indra Noveldy, penulis buku Menikah Untuk Bahagia yang juga seorang Konselor Pernikahan.

Dari beberapa kesempatan itu, semakin terbuka pemikiran untuk selalu merawat cinta. Kenapa perlu merawat cinta?

Karena pernikahan adalah ibadah terpanjang, karena pernikahan dimulai dengan perjanjian yang agung, maka segala ikhtiar untuk merawat dan menjaganya adalah sebuah ibadah pada Allah.

Dan salah satu cara merawat cinta adalah mengekspresikan cinta kepada pasangan dengan cara yang tepat. Kemudian pertanyaan selanjutnya muncul: Bagaimana cara yang disebut tepat itu? Ekspresi cinta seperti apa yang sebenarnya dibutuhkan pasangan?

Yuk cari tahu di bahasa cinta :)

5 Bahasa Cinta

5 Love Language

Menurut Dr. Gary Chapman, cinta itu punya 5 bahasa. Bahasa-bahasa ini mendefinisikan bagaimana cara seseorang mengekspresikan perasaan cintanya pada orang lain, dan bila cara tersebut dilakukan oleh pasangannya maka akan membuatnya merasa dicintai.

Barangkali kebanyakan pasangan pernah mengalami dialog seperti ini:
Istri: Yang, pas ulang tahun kemarin kan aku kasih kado buat kamu, kok kamu ngga kasih kado juga ke aku ?
Suami: Emang kenapa kalau ngga kasih kado? Kan kadonya udah aku pijitin, aku masakin, aku bantuin jaga anak kita :D
Baik istri maupun suami sama-sama berniat baik, tapi rasanya ada yang kurang tepat sasaran ya, hehe.. Aku dan suamiku pernah ada di fase ini. Aku memperlakukan suamiku seperti aku ingin diperlakukan olehnya.

Aku memberi kado karena aku ingin suamiku juga seperti itu padaku. Sedangkan suamiku melakukan acts of service dengan pola pikir yang sama sepertiku. Akhirnya.. gak ada yang nyambung.

Ataaau, mungkin kamu dan pasanganmu pernah mengalami keadaan seperti ini:
Di suatu malam hari ulang tahun pernikahan, kamu menyiapkan sebuah hadiah kejutan untuk suami. Kamu merasa dirimu sudah melakukan yang terbaik untuk memilih hadiah itu, dan saat diberikan kepada suami.. ternyata ekspresinya tidak sebahagia yang kamu harapkan.
Actually, ini pernah aku alami juga. Sampai kesal sendiri kenapa sih ekspresinya begitu, kenapa sih responnya ngga begini, padahal kan susah payah nyiapin hadiah. Akhirnya.. baper sendiri.

Jika salah satu keadaan itu pernah kamu alami juga, bisa jadi karena kamu dan pasanganmu belum memahami bahasa cinta masing-masing. Akibatnya, hal-hal sweet yang seharusnya jadi kenangan membahagiakan malah jadi kenangan yang menyebalkan.

Oleh karena itu, penting untuk memahami bahasa cinta pasangan agar tindakan yang kita lakukan untuknya bisa tepat sasaran dan menjadi pengisi tangki cintanya :)

So, apa saja bahasa-bahasa cinta itu? Let's check this out!

1. Words of Affirmation

Seseorang dengan tipe ini akan merasa sangat dicintai saat dipuji atau diberi kata-kata yang membangun. Harinya akan indah jika diawali dengan 'Yang, kamu cantik deh hari ini' atau 'Kamu keren banget waktu ngisi materi tadi', dan lain sebagainya. It's so me! Hahaha

2. Quality Time

Seseorang dengan tipe ini bisa terisi tangki cintanya dengan menghabiskan waktu bersama, atau melakukan sesuatu berdua. Contohnya suamiku, yang lebih suka aku temani makan malam berdua daripada aku diet untuk menurunkan berat badan :D

3. Physical Touch

Cukup jelas yaa, seseorang dengan tipe ini merasa dicintai dengan sentuhan. Pegangan tangan, dipeluk, dielus rambutnya, dan lain-lain. Ini satu-satunya kesamaan bahasa cinta antara aku & suamiku, hehe..

4. Acts of Service

Merasa dicinta dengan dilayani ini juga adalah bahasa cinta suamiku. Seseorang dengan tipe ini akan merasa sangat dicintai ketika pasangannya menyiapkan makanan, menyiapkan air hangat untuk mandi, membuatkan segelas kopi, memijat bahu, daaaan layanan-layanan lainnya.

5. Receiving Gift

Satu lagi bahasa cinta yang it's so me! Seseorang dengan tipe ini sungguh penyuka hadiah. Hadiah sederhana atau mewah, hadiah dengan bungkus kado cantik atau packing bubble wrap, itu akan membuat harinya indah!

Jadi, yang mana bahasa cinta kamu dan pasanganmu?

Couple-ing Sebelum Parenting

Coupleing


Kata Pak Indra Noveldy, sebuah kenyataan yang cukup mengkhawatirkan saat pasangan yang baru punya anak mulai tidak menyempatkan waktu untuk pacaran dengan pasangan halalnya.

Padahal couple-ing itu perlu sebelum memulai parenting. Karena anak akan melihat kehangatan orangtuanya, dan melihat keakraban ayah ibunya.

Caraku dan suami untuk saling mengetahui bahasa cinta masing-masing adalah dengan membuka keran komunikasi. Tetep yaa, komunikasi adalah koentji :)

Mendedikasikan waktu khusus dari 24 jam yang kami miliki, duduk berdua, saling bercerita, main love talk, sambil sesekali diiringi tanya.

Yang, kamu lebih suka aku puji atau aku peluk? Kamu lebih suka aku kasih kado atau aku masakin 3x sehari? Kamu lebih suka aku diet atau aku nemenin kamu makan malam? :D

Komunikasi yang lugas, jelas, tapi tetap manis seperti inilah yang efektif dalam mencari tahu bahasa cinta pasangan. No kode-kodean anymore!

Setelah aku memahami cara mengisi tangki cinta suamiku dan begitu pula sebaliknya, alhamdulillah konflik-konflik baper bisa diminimalisir, karena aku tahu yang aku lakukan insyaa Allah adalah yang suamiku butuhkan :)

Jadi, jangan menyisakan waktu untuk pacaran, tapi sempatkan, jadwalkan waktu khusus untuk pacaran dengan pasangan halalmu dan cari tahu bahasa cintanya! Selamat merawat cinta ^^
Puput Maulani Mariam
Seorang Sarjana Sains Terapan dari Teknik Telekomunikasi yang mendedikasikan waktunya sebagai istri Reza dan ibu Khalil, dengan entrepreneur sebagai pekerjaan paruh waktunya :)

Related Posts

9 comments

  1. mashaAllah tips berguna banget buat aku masih 2 thn pernikahan ini

    ReplyDelete
  2. Komunikasi adalah koentjie... Sip!
    Mungkin kita perlu berterima kasih untuk penulis kembali ulasan bahasa cinta ini ya, banyak perceraian kan bisa jadi karena dia belum membaca tulisan mba Puput nie. Ahh dulu aku pun begitu, sejak tahu bahasa cinta, ga ngotot lagi nodong kado saban anniversary wkwk

    ReplyDelete
  3. Masih cari tau bahasa cinta suami padahal udah nikah 11 tahun mba..kalau ditanya lebih suka bentuk bahasa cinta yg mana, suami jawabnya suka asal. Atau aku yg kurang peka ya

    ReplyDelete
  4. Hmmm, bahasa cintaku apa ya? Hihi. Ternyata satu orang bisa punya bahasa cinta bisa lebih dari ya mbak. Terima kasih sharingnya.

    ReplyDelete
  5. Memang penting ya mba tau soal bahasa cinta. Biar nggak salah paham. Aku juga kadang memperlakukan orang sesuai dengan apa yang aku mau, jarang nanya apa si yang mereka mau.

    ReplyDelete
  6. Betul bingiit ini mba.. waktu di kelas bengkel diri kuncinya komunikasi.. ternyata disini juga ya..

    Maa syaa allah bener dong ya klo bhs arab nya cinta itu dari kata hubb yg juga bermakna benih

    Kudu di rawat terus

    Jazakillah khair insightnya mba

    Salam kenal dengan ani dari depok

    ReplyDelete
  7. Tertampar sekali mba puuuut 😭
    Banyak yang kurang nih, apalagi komunikasi dan quality time, mungkin dimulai dari akunya dulu kali ya, kalo ga dibales? Wkwkwk gpp wes

    ReplyDelete
  8. Bahasa cinta ku yang mana ya?? kayaknya semua deh mbak.. kelima-limanya.. :)
    Betul, Komunikasi adalah kunci. Udah gak usum main kode-kodean lagi, yang ada ntar kitanya bisa sakit hati sendiri... hehehe...

    Terima kasih mbak..

    ReplyDelete
  9. Penting bgt ini utk tahu love language masing² pasangan biar tepat sasaran saat kita mengungkapkan perasaan sayang kita yaa

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email