FOLLOW ME
Seeput

Mengenal Quran Journaling, Cara Asyik Tadabbur Al-Quran

Jurnal Al-Quran

Apakah ini pertama kalinya kamu dengan istilah Quran Journaling? Bagiku, Quran Journaling sekarang menjadi kegiatan yang berusaha aku rutinkan setidaknya seminggu sekali.

Aku pertama kali mengenal Quran Journaling dari sebuah akun Instagram @thequranjournal.id. Kebetulan saat itu ada event kulzoom yang diselenggarakan tentang Quran Journaling, dan qodarullah aku bahkan mendapat doorprize buku Jurnal Al-Quran, hehehe..

Seperti namanya, Quran Journaling adalah kegiatan menjurnal Al-Quran, menuliskan hasil dari ayat Al-Quran yang ditadabburi. Kenapa sih hasil tadabbur ini perlu ditulis?

Buatku pribadi, menulis dengan handwriting itu layaknya healing. Apalagi yang ditulis adalah hasil tadabbur ayat-ayat suci. Rasanya jadi lebih dekat dan merasa lebih relate dengan ayat-ayat Al-Quran.

So, bagaimana cara memulai Quran Journaling? Check this out! :D

Mengenal Quran Journaling

Pilih Ayat Al-Quran untuk Direfleksikan

Ada beberapa cara dalam memilih ayat Al-Quran untuk direfleksikan. Kamu bisa fokus pada 1 surah dan menuliskan jurnalnya dari ayat pertama sampai terakhir. Selain itu, kamu juga bisa memilih secara acak ayat Al-Quran yang menurutmu berkesan saat dibaca.

Pahami Ayat dari Berbagai Referensi

Ada banyak referensi yang bisa kamu gunakan untuk membantu memahami ayat Al-Quran, baik dari kitab tafsir, kajian tafsir, atau kamus bahasa arab Al-Quran. Referensi yang aku gunakan sekarang adalah kitab tafsir, yaitu Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir yang diterbitkan Jabal.

Mengambil Pelajaran dari Ayat

This is the point! Tak berhenti sampai memahami ayat, langkah selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah merenungi dan merefleksikan ayat tersebut untuk mengambil pelajarannya bagi diri kita. Kemudian refleksi-refleksi ini ditulis di halaman jurnal.

Ada beberapa pertanyaan yang bisa kamu coba jawab saat merefleksikan sebuah ayat:
1. Apa saja pelajaran penting dari ayat ini untuk dirimu?
2. Bagaimana ayat ini menambah keyakinanmu pada Allah?
3. Bagaimana kamu dapat mengamalkan pelajaran dari ayat ini?
4. Apa saja informasi baru yang telah mengubah perspektifmu?
5. Bagaimana kamu bisa menjadi lebih baik setelah belajar dari ayat ini?

Yang menjadi the big why aku memulai Quran Journaling ini adalah timbulnya perasaan 'Kok hubunganku dengan Al-Quran gini-gini aja ya? Udah lancar baca Al-Quran, menghapal ayat-ayat Al-Quran, tapi apa maknanya?'

Seringkali aku mendengar cerita orang yang bergetar hatinya saat mendengar bacaan ayat Al-Quran, tapi aku tak paham kenapa bisa hadir perasaan yang bergetar itu. Baru aku temukan jawabannya, bahwa selama ini aku belum cukup berusaha untuk merenungi ayat-ayat Al-Quran.

Jadi aku memulai Quran Journaling ini untuk punya hubungan yang lebih dalam dengan Al-Quran. Tak sekadar dibaca dan dihapal, tapi juga dimaknai dan direfleksikan ke kehidupanku sehingga aku merasa Al-Quran itu relate banget dengan hidupku. Apakah kamu mau memulai Quran Journaling juga? :)
Puput Maulani Mariam
Seorang Sarjana Sains Terapan dari Teknik Telekomunikasi yang mendedikasikan waktunya sebagai istri Reza dan ibu Khalil, dengan entrepreneur sebagai pekerjaan paruh waktunya :)

Related Posts

Post a Comment